Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Mei 2017

REBORN: Qonitacentil.blogspot

Setelah sekian lama tidak aktif, kini dan insya-Allah, blog ini akan terus hadir untuk berkontribusi dalam membangun bangsa menjadi lebih baik. Reborn, judul yang saya tulis mewakili apa yang menjadi obsesi dari blog ini yang seolah lahir kembali setelah sekian lama tidak aktif karena satu dan lain hal. Obsesi kelestarian alam sebagai isu sentral. Semoga blog ini bisa meng-edukasi pembaca bagaimana menjaga kelestarian bumi kita. bumi kita merupakan tempat tinggal kita; jangan dirusak, jangan dihancurkan. Mari jaga dan lestarikan agar memberi daya dukung bagi kehidupan kita dan anak cucu kita. Jadilah orang yang bermanfaat untuk kehidupan.

Selasa, 09 September 2014

KRITIK SOSIAL PERLU SANTUN

Kemerdekaan dalam berpendapat jangan diartikan bebas tanpa batas. Kenyataannya ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dan merasa terganggu ketika ada kritik yang disampaikan dengan cara-cara yang tidak sopan. Wal hasil pihak penyampai kritik pun ditangkap oleh pihak yang berwajib atas dasar ada aduan dari pihak-pihak yang dirugikan. Begitulah yang terjadi belakangan ini di Yogyakarta dan di Bandung.

Mungkin maksudnya bukan mau membuat orang lain marah, atau terganggu atas apa yang disampaikan. Tujuannya adalah menyampaikan pendapat sekaligus kritik agar ada perbaikan terhadap kondisi sosial yang disampaikan. Dengan kata lain, maksud tulisan yang diunggah di media sosial memang ditujukan kepada khalayak ramai agar diketahui oleh orang banyak dan orang banyak tersebut merespon dengan perubahan yang positif. Namun niat baik ternyata tidak semuanya bisa diterima dengan baik oleh orang lain. Malah sebaliknya justru dengan kritik tersebut orang lain malah marah dan melaporkan kepada pihak yang berwenang. Kok, bisa begitu?

Ya, inilah perlunya komunikasi harus dibangun dalam bentuk yang lebih baik. Ada kemasan yang menarik, dengan tutur bahasa yang sopan, tetapi tetap sampai pesan yang diinginkan. Inilah yang dimaksud santun dalam menyampaikan pendapat. Saya yakin jika mahasiswa UGM (siapa namanya?) dan juga mahasiswa di Bandung yang mengkritik kepada Pemerintah setempat dengan bahasa yang santun tentu tidak akan ada lapor-melapor yang berujung dengan urusan polisi karena dianaggap sebagai tindakan kriminal.

Belajar dari dua peristiwa tersebut, mari biasakan berkomunikasi dengan bahasa yang santun. Bahasa sebagai alat komunikasi yang terucap/tertulis merupakan hasil buah pikiran yang bersangkutan. Tutur kata yang terucap memang mewakili dari kepribadian dan karakter yang bersangkutan. Oleh karena itu manakala yang terucap/tertulis merupakan bahasa yang kasar, sudah pasti kepribadian yang bersangkutan juga kasar. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam berkomunikasi. Gunakanlah tutur bahasa yang baik, santun. Ada pepatah lama yang sudah jarang terdengar belakangan ini, "Bahasa Menunjukkan Bangsa". Maksudnya ucapan seseorang dalam berkomunikasi menunjukkan nilai kepribadian orang yang bersangkutan.

Nah ada satu lagi yang juga perlu diingat, yang ini cukup populer. "Mulutmu Harimaumu". Kira-kira apa maksudnya?! Ya, Anda pasti sudah tau. Yang terpenting, mulai sekarang semua bisa belajar dari kasus Yogyakarta dan Bandung, dalam kritik mengkritik melalui jejaring media sosial.


Sabtu, 07 Januari 2012

Dimanakah Letak Kebahagiaan?

Ditulis oleh: Anne Ahira
 

"Tempat untuk berbahagia itu ada di
sini. Waktu untuk berbahagia itu kini.

Cara untuk berbahagia ialah dengan

membuat orang lain berbahagia"
                      -- Robert G. Ingersoll

Mukhlis , apakah saat ini merasa bahagia? Di mana letak kebahagiaan Mukhlis sesungguhnya? Apakah pada moleknya tubuh? ..Jelitanya rupa? Tumpukan harta? ....atau barangkali punya mobil mewah & tingginya jabatan?

Jika itu semua sudah Mukhlis dapatkan, apakah Mukhlis bisa memastikan bahwa Mukhlis 'akan' bahagia?

Hari ini saya akan mengajak Mukhlis untuk melihat, kalau limpahan harta tidak selalu mengantarkan pada kebahagiaan

Dan ini kisah nyata...

Ada delapan orang miliuner yang memiliki nasib kurang menyenangkan di akhir hidupnya. Tahun 1923, para miliuner berkumpul di Hotel Edge Water Beach di Chicago, Amerika Serikat. Saat itu, mereka adalah kumpulan orang-orang yang sangat sukses di zamannya.

Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25 tahun sesudahnya! Saya akan menyebutnya satu persatu :
=> Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel,       perusahaan besi baja ternama waktu itu. Dia mengalami    kebangkrutan total, hingga harus berhutang untuk membiayai 5 tahun hidupnya sebelum meninggal.
=> Richard Whitney, President New York Stock Exchange. Pria ini harus menghabiskan sisa hidupnya dipenjara Sing Sing.
=> Jesse Livermore (raja saham "The Great Bear" di Wall Street), Ivar Krueger (CEO perusahaan hak cipta), Leon Fraser (Chairman of Bank of International Settlement), ketiganya memilih mati bunuh diri.
=> Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara. Hupson sakit jiwa dan meninggal di rumah sakit jiwa.
=> Arthur Cutton, pemilik pabrik tepung terbesar di dunia, meninggal di negeri orang lain.
=> Albert Fall, anggota kabinet presiden Amerika Serikat, meninggal di rumahnya ketika baru saja keluar
      dari penjara.

Kisah di atas merupakan bukti, bahwa kekayaan yang melimpah bukan jaminan akhir kehidupan yang bahagia!

Kebahagiaan memang menjadi faktor yang begitu didambakan bagi semua orang. Hampir segala tujuan muaranya ada pada
kebahagiaan. Kebanyakan orang baru bisa merasakan 'hidup' jika sudah menemukan
kebahagiaan.

Pertanyaannya, di mana kita bisa mencari kebahagiaan? Apakah di pusat pertokoan? Salon kecantikan yg mahal? Restoran mewah? Di Hawaii? di Paris? atau di mana?

Sesungguhnya, kebahagiaan itu tdk perlu dicari kemana-mana... karena ia ada
di hati setiap manusia.
Carilah kebahagiaan dalam hatimu!
Telusuri 'rasa' itu dalam kalbumu!
Percayalah, ia tak akan lari kemana-mana...


Hari ini saya akan berbagi tips bagaimana kita sesungguhnya bisa mendapatkan kebahagiaan 'setiap hari'.
Berikut adalah tips yang bisa Mukhlis lakukan:
1. Mulailah Berbagi!
    Ciptakan suasana bahagia dengan cara berbagi dengan orang lain. Dengan cara berbagi akan menjadikan hidup kita terasa lebih berarti.
2. Bebaskan hati dari rasa benci,
    bebaskan pikiran dari segala kekhawatiran. Menyimpan rasa benci, marah atau dengki hanya akan membuat hati merasa tidak nyaman dan tersiksa.
3. Murahlah dalam memaafkan!
    Jika ada orang yang menyakiti, jangan balik memaki-maki. Mendingan berteriak    "Hey! Kamu sudah saya maafkan!!". Dengan memiliki sikap demikian, hati kita akan menjadi lebih tenang, dan amarah kita bisa hilang. Tidak percaya? Coba saja! Saya sering melakukannya. 
4. Lakukan sesuatu yang bermakna.
    Hidup di dunia ini hanya sementara. Lebih baik Mukhlis gunakan setiap waktu dan kesempatan yang ada untuk melakukan hal-hal yang bermakna, untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Dengan cara seperti ini maka kebahagiaan Mukhlis akan bertambah dan terus bertambah.
5. Dan yang terakhir, Mukhlis jangan terlalu banyak berharap pada orang lain, nanti Mukhlis akan kecewa! Ingat, kebahagiaan merupakan tanggung jawab masing-masing, bukan tanggung jawab teman, keluarga, kekasih, atau orang lain. Lebih baik kita perbanyak harap hanya kepada Yang Maha Kasih dan Kaya. Karena Dia-lah yang menciptakan kita, dan Dia-lah yang menciptakan segala 'rasa', termasuk rasa bahagia yang selalu Mukhlis inginkan.

Sabtu, 31 Desember 2011

Liputan Konferensi Setan Internasional

Penghujung tahun 2011, Kerajaan Setan mengadakan konferensi tingkat tinggi. Agenda utama yang digelar adalah: Upaya tindak lanjut tugas-tugas untuk menyongsong tahun 2012. Kegiatan tersebut sangat sukses, dihadiri oleh utusan-utusan kepala setan diberbagai belahan dunia. Berikut hasil liputan jalannya persidangan yang sempat diliput wartawan kami, untuk dilaporkan kepada manusia.

Iblis, yang menjadi ketua Organisasi Setan  Internasional (OSI) membacakan kesimpulan hasil konferensi:
     "Tahun 2012 Setan masih tetap dilarang mencegah manusia untuk beribadah kepada Allah. Itu sudah final ketentuan Allah. Kita para setan tidak mungkin merubah ketetapan Allah."

Selanjutnya, dalam pidato pengarahannya Iblis berkata, "Kita tidak dapat melarang manusia ke tempat-tempat ibadah, kita tidak dapat melarang mereka membaca Kitab Suci dan mencari kebenaran, bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka. Pada saat mereka para manusia melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh. Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke tempat ibadah; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah".

      "Inilah yang akan kita lakukan," kata iblis lebih lanjut. "Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!".

Diantara peserta sidang ada yang interupsi; selanjutnya mengajukan pertanyaan kepada pimpinan  sidang,           "Bagaimana kami melakukannya?" tanya utusan iblis perwakilan dari wilayah timur.
      "Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipu daya untuk menyibukkan fikiran mereka,"

Lebih lanjut, Iblis sang pemimpin sidang saat itu melanjutkan instruksi-instruksinya kepada semua hadirin dengan langkah-langkah strategisnya.
     "Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA DAN BELANJA SERTA BERHUTANG, BERHUTANG DAN BERHUTANG".

      "Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 - 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong." "Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka."

      "Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja".
     "Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah."

      "Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan". 
      "Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di rumah. Sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko2 di dunia ini. Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah"

Iblis yang memimpin sidang kali ini berhenti sejenak sambil mengambil minuman wisky putih yang tersedia di podium. Rupanaya karena semangatnya dalam memberi arahan kepada peserta sidang tenggorokannya kering. Kemudian ia melanjutkan pidatonya.
     "Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid. Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari".

      "Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan. Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan."

      "Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka"

      "Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala".

      "Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran. Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga."

      "Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat."

      "Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop."

      "Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK."
      "Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa. Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah. Dan dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaika/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah)."

Diakhir pidatonya Iblis dengan penuh semangat mengangkat tangat dengan berucap lantang, "PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL !" kemudian meniup terompet menyambut detik-detik pergantian tahun 2011 - 2012. 
Suasana sidang sedikit terhenti karena semaraknya kembang api dan suara terompet yang ditiup para setan peserta sidang. 

Beberapa saat kemudian peserta sidang kembali duduk tertib. Tidak seperti sidangnya para manusia, kalau sudah hampir berakhir mereka sibuk sendiri-sendiri tak karuan. Sidang para setan sangat taat sekali kepada pimpinan. Sebelum pimpinannya membubarkan mereka tetap tertib mengikuti jalannya persidangan. 

Kembali setelah acara seremonial menutup dan membuka tahun, dengan berbagai kemeriahan, suasana sidang kembali berjalan dengan tertib. Iblis yang memimpin sidang melanajutkan pengarahannya.
     "Ditahun 2012 ini, kita sudah mempunyai RENCANA YANG BAGUS. Mari semua komitmen kepada tugas kita masing-masing. Tarik sebanyak-banyaknya manusia ke jalan yang sesat, berilah manusia impian-impian kosong tentang kesenangan. Ingat jangan samapai manusia merasakan kesengan yang sejati. Tipulah kenikmatan sex suami istri (yang merupakan kenikmatan sejati) dengan kenikmatan selingkuh yang sifatnya hanya bayangan/ilusif. Tipulah ketenangan, kerukunan, dengan perasaan-perasaan kenistaan, dan kehinaan, sehingga pada akhirnya manausia bergerak untuk menentang satu sama lain. Pada giliraannya akan menimbulkan kekacauan, kerusuhan, perkelahian di tengah-tengah kehidupan manusia. Semakin banyak kekacauan semakin baik." 

Sehabis memberikan penekanan/stresing kepada peserta sidang kemudian Iblis menutup secara resmi konferensi Internasional tersebut dengan ucapan: Hancur manusia! Hancur manusia! Hancur manusia! Setelah menjawab kata-kata penutup dari pemimpinnya, sluruh peserta konferensi bubar dengan tertib.


Demikian reportase yang bisa saya laporkan untuk semua manusia. Tahun 2011 telah berakhir dan tahun 2012 telah hadir untuk kita jalani. Bagaimanakah sikap kita? Apakah kita, manusia juga mempunyai perencanaan untuk melawan program-program setan? 

Jawabnya ada pada diri kita masing-masing. Sebagai manusia yang sudah jelas-jelas mengetahui bahwa setan itu adalah musuh kita yang nyata, maka hendaknya kita jangan terlena sedikitpun. Jangan sampai kita terkena bujuk rayu, tipu daya setan. Mereka itu (para setan) jelas-jelas menginginkan kehancuran kita para manusia. Baik kehancuran kehidupan kita di dunia ini dan kehancuran kehidupan kelak di akhirat. Bentengi diri kita masing-masing dengan selalu beribadah, selalu dekat dengan Allah, selalu minta perlindungan kepada Allah, karena setan sendiri sudah menyatakan bahwa tidak mungkin bisa menggoda manusia-manusia yang beribadah kepada Allah. 
Akhirnya semoga laporan hasil liputan ini bisa bermanfaat, amin. 

Sumber: KasKus, dilaporkan oleh Mukhlis. 

Kamis, 15 Desember 2011

Keutamaan Hari Jum'at dan Catatan untuk Jamaah Jum'at

Hari Jum’at adalah hari yang paling utama dalam sepekan. Alloh Subhanahu wa Ta'ala telah mengkhususkan untuk kaum muslimin yang belum pernah diberikan kepada ummat-ummat sebelumnya sebagai karunia dan pemuliaan terhadap ummat ini. Pada hari tersebut terdapat ibadah-ibadah yang khusus (yang paling agung adalah Shalat Jum’at). Di bawah ini akan disampaikan dalil-dalil yang menyebutkan keutamaannya dan sunnah-sunnah serta kewajiban yang diperintahkan dalam rangka memuliakan hari Jum’at.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasululloh shalAllohu 'alaihi wa sallam mengatakan, yang artinya:

“Sebaik-baik hari yang terbit padanya matahari adalah hari Jum’at. Pada hari itu diciptakan Adam ‘alaihissalam, dimasukkan dan dikeluarkan dari surga pada hari itu dan kiamat akan terjadi pada hari Jum’at pula.”
(HR: Muslim, Abu Dawud, Annasa’i, Tirmidzi dan dishahihkannya. Lihat Fiqhussunnah oleh Sayyid Sabiq bab Jum’ah).

Sebagaimana telah disebutkan di muka bahwa ibadah khusus yang mulia pada hari Jum’at adalah shalat Jum’at. Barangsiapa yang meninggalkannya tanpa ada alasan syar’i akan mendapatkan dosa besar adan akan diadzab dengan adzab yang pedih. Rasululloh shalAllohu 'alaihi wa sallam mengatakan tentang suatu kaum yang meninggalkan shalat Jum’at, yang artinya:

“Sungguh aku berkeinginan untuk memerintahakan seorang laki-laki shalat bersama dengan manusia kemudian aku membakar rumah-rumah mereka yang tidak melakukan shalat Jum’at.”
(HR: Muslim, Ad Darimi dan Al Baihaqi).

Dalam suatu riwayat yang bersumber dari Muhammad bin Abdurrahman bin Zahrah, aku mendengar pamanku berkata, Rasululloh shalAllohu 'alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:

“Barangsiapa mendengan panggilan adzan pada hari Jum’at dan tidak mendatanginya, kemudian mendengar dan tidak mendatanginya, kemudian mendengar dan tidak mendatanginya, kemudian mendengar dan tidak mendatanginya, maka Alloh akan menutup hatinya dan menjadikan hatinya seperti hati orang munafik.”
(HR: Al Baihaqi, Abu Ya’la, dishahihkan oleh Ibnu Hajar dan Ibnu Mundzir, hadits ini dihasankan oleh Masyhur Hasan Salman dalam Al Qulul Mubin fii Akhtha’il Mushollin).

Berikut ini beberapa hal yang disunnahkan berkenaan dengan keutamaan hari Jum’at:
  1. Disunnnahkan berdo’a karena berdo’a pada hari itu akan dikabulkan terutama pada waktu / saat mustajab (mudahj terkabul do’a). Hal ini terdapat hadits bersumber dari Jabir bin Abdillah. Dari Jabir bin Abdillah dari Rasululloh shalAllohu 'alaihi wa sallam bahwasanya beliau berkata, yang artinya: “Pada hari Jum’at ada dua belas waktu. Tidak ditemukan seorang muslim yang sedang memohon sesuatu kepada Alloh ‘Azza wa jalla kecuali pasti Dia memberinya. Maka carilah waktu itu, yaitu akhir waktu setelah ‘Ashr.” (HR: Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud, hadits 926 hal. 196)

    Do’a yang paling disukai oleh Rasululloh shallAllohu alaihi wasallam adalah meminta kebaikan di dunia dan akhirat dan meminta perlindungan dari neraka. Dalam suatu hadits disebutkan, yang artinya: “Barangsiapa yang meminta dimasukkan ke dalam surga, maka surga mengatakan: “Ya, Alloh, masukkan dia ke dalam surga”. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan dari api neraka kepada Alloh subhanahu wata’ala, maka neraka akan berkata: “Ya Alloh, lindungilah dia dari neraka.” (HR: Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 6151/, lihat Shifatun Naar fil Kitab was Sunnah oleh Mahmud bin Khalifah Al Jasim).
  2. Disunnahkan memperbanyak bacaan shalawat Nabi. Aus bin Aus radliyAllohu ‘anhu berkata bahwa Rasululloh shallAllohu alaihi wasallam pernah bersabda, yang artinya: “Seutama-utama hari adalah hari Jum’at. Padanya diciptakan dan dimatikannya Adam ‘alaihissalam, ditiup sangkakala dan dibinasakannya manusia. Oleh karena itu perbanyaklah shalawat atasku pada hari itu karena shalawatmu akan sampai kepadaku.” Para sahabat bertanya: ”Bagaimana bisa sampai kepadamu sedangkan jasadmu telah dimakan tanah?” Rasululloh berkata: ”Alloh subhanahu wa ta’ala mengharamkan tanah untuk memakan jasad para Nabi.” (HR: Abu Dawud, Shahih, Lihat Shahih Sunan Abu Dawud hal. 196 hadits no. 925 oleh Syaikh Nashiruddin Al Albani)
  3. Disunnahkan membaca Surat Al Kahfi pada siang atau malam harinya (Lihat Al Adzkar oleh Imam AnNawawi). Seorang muslim yang menghafal sepuluh atau tiga ayat pertama dari surat Al Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal. Juga barangsiapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dan sepuluh ayat dari Surat Al Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal. Dalilnya adalah hadits dari Abu Darda’ radliyAllohu ‘anhu dari Nabi shallAllohu alaihi wasallam berkata, yang artinya: “Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari Surat Al Kahfi terjaga dari fitnah Dajjal.” (HR: Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dan Tirmidzi). Pada lafadz Tirmidzi, yang artinya: “Barangsiapa menghafal tiga surat Al Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal .”  Dia berkata: “Hadits Hasan”.

    Pada hadits yang diriwayatkan dari Imam Ahmad dari Abu Darda’ radliyAllohu ‘anhu bahwa Nabi shalAllohu 'alaihi wa sallam berkata: “Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal”. Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Muslim dari Nasa’i dari Qatadah radliyAllohu ‘anhu. Dan pada lafadz Nasa’i menyatakan, yang artinya: “Barangsiapa membaca sepuluh ayat (mana saja) dari surat Al Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal.”
    Pada hadits yang marfu’ (sanadnya bersambung sampai Rasululloh, ed.) dari Ali bin Abi Thalib, yang artinya: “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at maka ia akan dijaga dari setiap fitnah sampai delapan hari walaupun Dajjal keluar ia akan tetap terjaga dari fitnahnya". (Lihat tafsir Ibnu Katsir Surat Al Kahfi).

    Disunnahkan pula membaca surat Alif Laam Miim tanziil - assajdah dan Hal ata ‘alal insan pada shalat fajar (shubuh). Abu Hurairah radhiAllohu 'anhu mengatakan, yang artinya: Rasululloh shallAllohu alaihi wasallam membaca surat Alif Laam Miim tanziil assajdah dan Hal ata ‘alal insan pada shalat subuh hari Jum’at. (Muttafaq ‘alaih)

    Menurut Thabrani dari Ibnu Mas’ud bahwa Nabi terus-menerus membaca kedua surat tersebut. Menurut riwayat dari Ibnu Abbas dan Abi Hurairah radliyAllohu’anhum berkata bahwa Rasululloh shalAllohu 'alaihi wa sallam membaca Surat Al Jum’ah dan Munafiqun pada hari Jum’at. (HR: Muslim).

    Demikian pula Nabi membaca surat Sabbihisma dan Al Ghasyiah pada shalat Jum’at. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir surat Al-A’la dan Al Ghasyiah). Allohu Ta’ala A’lam.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Janji Allah

Sungguh pohon zaqqum itu,

makanan bagi orang yang banyak dosa,

seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut,

seperti mendidihnya air yang sangat panas,

Peganglah dia, kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka,

kemudian tuangkanlah di atas kepalanya azab(dari) air yang sangat panas,

Rasakanlah, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang perkasa lagi mulia

Sungguh , inilah azab yang dahulu kamu ragukan,


ilustrasi siksa bagi manusia yang tidak percaya terhadap hari pembalasan

Sungguh, orang-orang yang bertaqwa berada di tempat yang aman,

(yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air,

mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadapan

demikianlah, kemudian kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah,

Di dalamnya mereka dapat meminta segala macam buah-buahan dengan aman dan tenteram

mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya selain mati pertama di dunia, Allah melindungi mereka dari azab neraka,

itu merupakan kurniaan dari Tuhanmu,

demikian itulah kemenangan yang agung.


Ad dukhan (43-57)


ilustrasi kehidupan bagi manusia yang bertaqwa, hidup bahagia di surga

Jumat, 30 September 2011

The Miracle of Speaking

Rahasia Keajaiban Kekuatan Kata-kata

Sudah pernah mendengar kekuatan do'a? atau pernah mendengar cerita Malin Kundang? Nah baru saja saya berselancar ngenet dan menemukan tulisan yang cukup menggelitik pikiran saya. Oleh karena itu coba saya posting juga di blog ini dengan harapan bisa dibagikan kepada para pembaca yang mampir di blog saya ini. Tulisan saya ambil dari blognya Ibu Astri Virgiani dengan judul Efek Kata-kata. Silakan ikuti dengan baik dan ambil pelajaran berharga, dan ini sangat berharga.

Sebaiknya kita semua mulai mengendalikan kata-kata yang keluar dari mulut kita dengan kata-kata yang positif dan baik.
Setelah mendengarkan info tentang pengaruh kata-kata negatif terhadap air yang ditulis dalam buku “The Hidden Messages in Water” karya Masaru Emoto dan pada halaman 31 buku tersebut disebutkan tentang banyaknya orang yang melakukan percobaan, sayapun tertarik untuk melakukannya sbb.:   
1.       Tempatkan nasi sisa yang sudah didiamkan semalaman ke dalam dua toples dengan jumlah yang sama, kemudian ditutup rapat.
2.       Masing-masing toples dilabeli yang berisi kata-kata sbb.:
Toples A : “Kamu Pintar, Cerdas, Cantik, Baik, Rajin, Sabar, Aku Sayang Padamu, Aku Senang Sekali Melihatmu, Aku Ingin Selalu di dekatmu, I LOVE YOU, Terima Kasih”.

Toples B : “Kamu Bodoh, Goblok, Jelek, Jahat, Malas, Pemarah, Aku Benci Melihatmu, Aku Sebel Tidak mau dekat dekat kamu”.
3.        Kedua botol  ini saya letakkan terpisah dan pada tempat yg sering dilihat, saya pesan pada istri, anak, dan pembantu untuk membaca label pada botol tersebut setiap kali melihat botol-botol tersebut.
4.        Dan inilah yang terjadi pada nasi tersebut setelah  satu minggu kemudian :
Nasi dalam botol yg dibacakan kata-kata negatif ternyata cepat sekali berubah menjadi busuk dan berwarna hitam dengan bau yang tidak sedap.
Sedangkan nasi dalam botol yang dibacakan kata-kata positif masih berwarna putih kekuningan dan baunya harum seperti ragi.
Nah Silakan Anda mencobanya sendiri.
Kalau di buku dikatakan ada yang mencoba dengan tiga botol, dan   botol ketiga tidak diberi label apa-apa alias diabaikan / tidak diperdulikan, dan ternyata beras dalam botol yang diabaikan membusuk jauh lebih cepat dibandingkan dengan botol yang terpapar kata ” Kamu Bodoh”.
Bayangkan apa yang akan terjadi dengan anak-anak kita, pasangan hidup kita, rekan-rekan kerja kita, dan orang-orang di sekeliling kita, bahkan binatang dan tumbuhan di sekeliling kita pun akan merasakan efek yang ditimbulkan dari getaran-getaran yang berasal dari pikiran, dan ucapan yang kita lontarkan setiap saat kepada mereka.
Maka sebaiknya selalulah sadar dan bijaksana dalam memillih kata-kata yang akan keluar dari mulut kita, demikian juga kendalikanlah pikiran-pikiran yang timbul dalam batin kita. Arahkan selalu pada hal-hal yang positif. Buktikan dan rasakan dampak yang muncul setelah itu. Jadikan hidup kita hidup yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.

Kamis, 01 September 2011

Belajar Berkata "TIDAK"

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dihadapkan pada suatu keadaan untuk mengatkan "ya", sementara sebenarnya hati kita mengatkan "tidak". Lebih-lebih dalam suasana pergaulan kita orang Indonesia (budaya Jawa) yang setiap ucapan selalu dibalut dengan rasa. Tahukah anda ketika kita berkata tidak? Bahwa dalam hidup ada suatu perbuatan yang sia-sia tapi tak menghasilkan? Perbuatan itu adalah berusaha untuk selalu berkata ”ya” untuk memuaskan orang lain.
Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi sebuah cerita rakyat dari Eropa yang mengilustrasikan hal ini dengan sangat baik. Selamat membaca!

Di suatu pagi hari yang cerah, seorang penggiling tepung dan anaknya pergi untuk menjual hasil gilingannya ke kota. Anaknya menunggangi keledai sementara ayahnya berjalan di sisi keledai itu.
Di perjalanan mereka bertemu dengan seorang dari desa sekitar. Orang itu berkata “Kamu seharusnya malu dengan dirimu sendiri!” Katanya dengan nada merendahkan. “Kamu duduk dengan nyamannya sementara ayahmu yang sudah berumur harus berjalan. kamu tidak punya rasa hormat!” Dengan malu-malu, sang anak dan ayahnya saling menatap dan bertukar tempat dengan rasa malu.
Ketika mereka melanjutkan perjalanan, seorang tua menghardik mereka. Katanya “Bagaimana kamu ini? Duduk dengan nyamannya di atas keledai sementara anakmu kesulitan mengikutimu. Lihat!”
Akhirnya sang ayah memutuskan untuk menunggangi keledai itu bersama dan melanjutkan perjalanan.
Tak lama kemudian, datanglah seorang wanita dari arah sebaliknya. Dia juga menemukan kesalahan pada pengaturan tersebut. “Aku tak pernah melihat kekejaman seperti ini! Kalian berdua terlalu berat untukkeledai yang malang tersebut. Dasar pemalas! Akan lebih pantas bila kalian berdua yang membawa keledai itu dan hasil gilinganmu.”
Karena tak ingin mengecewakan wanita itu, sang ayah memerintahkan anaknya untuk mengikat kedua kaki keledai tersebut. Sementara ia memotong sebuah batang yang panjang dan kuat untuk membawanya. Mereka berdua kemudian meyisipkan batang tersebut diantara kaki-kaki keledai yang kini sudah terikat. Mereka membawanya seperti orang suku yang baru mendapatkan tangkapan dan melanjutkan perjalanannya ke kota.
Ketika mereka menyebrangi sungai, keledai mereka ketakutan melihat pantulan dirinya di air sungai yang belum pernah dilihat sebelumnya. Keledai itu mulai meronta-ronta dengan sangat kencang dan menyebabkan kedua pemiliknya kehilangan kesimbangan dan melepaskan pegangan mereka.
Keledai itu terjatuh ke sungai dan tidak bisa berbuat apa-apa karena masih terikat. Singkat kata, keledai itu mati terseret arus air dan tenggelam. Sedangkan kedua pemiliknya hanya melihat dengan pasrah.
Moral of the story: After a moment of silent reflection, the father turned to the boy and spoke: ”Son, we learned a valuable lesson today. We learned that when you try to satisfy everyone, you end up losing your ass*.”
Moral dari cerita: Setelah terdiam dan merenung beberapa saat, sang ayah berpaling ke anaknya dan berkata: Nak, kita mendapat pelajaran berharga hari ini. Kita belajar bahwa; ketika kamu berusaha untuk memuaskan semua orang, kamu akan kehilangan bokong*mu.”
Cat: Dalam bahasa Inggris, keledai dan bokong memiliki penulisan yang sama (ass). Kehilangan bokong dapat diartikan sebagai merugikan diri sendiri.
Karena kita semua ingin disukai, kita berusaha untuk memuaskan. Bila tidak dikendalikan, kebutuhan kita untuk diterima oleh orang sekitar dapat menempatkan kita pada misi yang tidak berkesudahan dan sia-sia. Biasanya hal ini ditemui ketika kita menolong seseorang (seperti anggota keluarga, teman, rekan, atau masyarakat) secara terpaksa karena rasa “nggak enak lah!”
Hal ini seringkali menjadi penghalang kita dalam mencapai tujuan atau ambisi pribadi.
Ketidakmampuan untuk berkata “tidak!” adalah salah satu penyebab maraknya penyalahgunaan narkoba, dan minuman keras. Jadi, apa yang anda tunggu lagi? Bila anda melakukan sesatu dengan terpaksa dan rasa tidak enak hati, angkat tanganmu, angkat handphonemu dan jangan ragu katakkan “tidak” untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan hati nuranimu. Mulailah sekarang dan rasakan manfaatnya!
Ingatlah kata-kata si penggiling tepung.
“When you try to satisfy everyone, you end up losing your _ _ _ !”

Selasa, 23 Agustus 2011

Menjaring Lailatul Qodar


Allah SWT telah memberitahu kepada kita bahwa ada satu malam yang bernilai lebih baik dari seribu bulan.  Terhadap informasi tersebut, hendaknya kita tanggapi dengan gembira dan terus berusaha mencari dimana, kapan dan dengan apa kita bisa meraihnya. Pantaslah sebagian orang ada yang kemudian berusaha memburu  dengan cara bergegas secara sendiri-sendiri dan ada juga yang membentuk team berburu Lailatul Qodar. Bagaimana dengan kita?