Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 April 2013

Every living thing must grow, Selamat datang Provinsi Kalimantan Utara


Perubahan terus terjadi. Ini merupakan hal yang pasti, sehingga jangan kaget jika jumlah provinsi di Negara kita juga berubah. Ya, kalau kemarin kita mengenal jumlah provinsi di Negara kita 33 provinsi, kini tambah satu lagi menjadi 34. Provinsi Kalimantan Utara, ingat sekali lagi , Kalimantan Utara merupakan provinsi ke-34.
Sebagai sebuah negara pertumbuhan sepertinya wajar. Seperti sebuah ungkapan lama, 'every living thing must grow', bahwa setiap mahluk hidup pasti tumbuh. Bila tidak tumbuh, mahluk itu tidak hidup. Begitu juga dengan Indonesia sebagai sebuah negara yang di dalamnya terdapat banyak kehidupan dan warna warni budaya.
Dilihat dari jumlah populasi saja, bisa anda bayangkan, berapa ledakan populasi penduduk di negeri ini. Rhoma Irama pernah menyebut jumlah penduduk Indonesia 175 juta pada periode 1990-an. Tetapi hasil sensus Badan Pusat Statistik tahun 2000, jumlah penduduk Indonesia sekitar 206 juta. Kemudian pada 2006 menjadi 222 juta, dan 2010 meledak menjadi 237 juta.

Lalu bagaimana dengan jumlah provinsi? Dulu, pada awal kemerdekaan 1945, Indonesia hanya memiliki 8 provinsi sebagai berikut: Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Sunda Kecil, Maluku, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Karena roda zaman terus berubah, beriringan dengan tumbuhnya jumlah penduduk dan pengetahuan, maka jumlah provinsi pun bertambah.

Pada periode pemerintahan Presiden Soekarno, pemekaran pertama kali dilakukan ada 1950. Waktu itu jumlah Provinsi di Indonesia bertambah dari 8 menjadi 11, kemudian menjadi 13 pada 1956, menjadi 16 pada 1957, menjadi 20 pada 1959, dan menjadi 21 pada 1960. Berikutnya jumlah provinsi kembali bertambah menjadi 22 pada 1963, menjadi 23 pada 1964, dan terakhir menjadi 25 pada 1967. 

Pada 1968 pemerintahan berganti dari orde lama ke orde baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto. Waktu itu jumlah provinsi kembali dimekarkan menjadi 26 pada 1968, kemudian menjadi 27 pada 1976. Provinsi terakhir yang mengalami pemekaran pada pemerintahan Soeharto adalah provinsi Nusa Tenggara Timur yang terbagi menjadi dua; Nusa Tenggara Timur dan Timor-timur.

Soeharto dipaksa turun lewat gerakan reformasi 1998. Setahun kemudian, pada masa pemerintahan Presiden Habibie, provinsi Timor-timur melepaskan diri dari Indonesia. Dengan demikian jumlah provinsi berkurang satu, sehingga menjadi 26. Namun pada tahun itu juga, ada beberapa provinsi yang mengalami pemekaran sehingga menjadi 29. 

Adapun provinsi yang mengalami pemekaran pada 1999 adalah Provinsi Maluku dimekarkan menjadi dua, menjadi Provinsi Maluku dan Maluku utara, serta Provinsi Irian Jaya dimekarkan menjadi Provinsi Papua dan Irian Jaya barat. Kemudian pada tahun 2000, masa Pemerintahan Abdurrahman Wahid, jumlah provinsi menjadi 32 yaitu; Provinsi Sumatera Selatan dimekarkan menjadi Sumatera selatan dan Bangka Belitung.

Sementara itu, Provinsi Jawa Barat berkembang menjadi 2 yaitu Jawa barat dan Banten. Sedangkan Provinsi Sulawesi Utara berkembang menjadi 2 yaitu Sulawesi utara dan Gorontalo. Berikutnya pada tahun 2002, masa Pemerintahan Presiden Megawati, jumlah provinsi di Indonesia bertambah menjadi 33. Provinsi yang dimekarkan adalah Provinsi Riau menjadi Riau dan Kepulauan Riau.

Adapun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak menjabat pada periode pertama 2004-2009 dilanjutkan periode ke dua 2009-2014, dia baru memekarkan satu provinsi terakhir, yakni Kalimantan Timur dipecah menjadi Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi ke 34 dengan 11 kabupaten itu. Provinsi ini diresmikan Menteri Gamawan Fauzi.

Selasa, 05 Juli 2011

Letusan Merapi Dikenang Masyarkat Jawa Tengah

Peristiwa meletusnya gunung berapi yang dahsyat menjadi peristiwa yang memilukan. Banyak korban, mulai dari hewan ternak, tumbuhan dan manusia yang hangus terbakar. Derita berkepanjanganpun terjadi paska letusan gunung Merapi di Jawa Tengah. Banjir lahar dingin melanda daerah aliran sungai di lereng gunung merapi. Berjuta-juta kubik material lumpur pasir dan batu besar-besar meluncur menerjang apa saja yang ada di daerah aliran sungai. Jembatan beton ambrol, rumah penduduk hanyut, pepohonan keras tumbang akibat hantaman material batu besar yang tak terkendali. Untung sebelumnya pemerintah telah menyiapkan jalur untuk aliran luncuran material lahar dingin. Itupun ternyata terasa kurang. Karena terlalu banyaknya material yang turun bersama air hujan, maka dam yang dipersiapkan untuk menahan lahar dingin tidak muat. Akibatnya meluap ke segala penjuru yang memang rendah. Banjir lahar dingin melanda wilayah pemukiman penduduk di kawasan lereng merapi khususnya di daerah aliran sungai (DAS) Kali Putih Salam Magelang.
Untuk mengenang peristiwa tersebut, salah satu batu besar muntahan gunung merapi yang hanyut ikut banjir lahar diabadikan dengan dibawa ke Semarang. Coba lihat betapa besarnya batu ini.
image
MEMINDAH BATU MERAPI: Beberapa batu raksasa yang pernah terbawa arus lahar dingin Merapi, berhasl dipidahkan dari Sungai Putih, di dusun Gempol, Kec. Salam, Magelang ke Museum Ranggawarsita, Semarang Selasa siang (5/7). Pemindahan ini terkait dengan penambahan koleksi museum Jawa tengah itu. Dibawa dengan menggunakan  truk trailer dan mobil craine, proses pemindahan cukup rumit. Batu momental ini diharapkan akan jadi daya tarik museum. (Foto CyberNews / Bambang isti)