Rabu, 25 Mei 2011

Siswa Jepang Berperilaku Paling Baik

Siswa Jepang Perilakunya Paling Baik

Dilaporkan oleh: Hanna Meinita (Okezone, Selasa 24 Mei 2011)
 
Studi OECD menunjukkan, perilaku siswa Jepang paling baik (Foto: BBC)
Studi OECD menunjukkan, perilaku siswa Jepang paling baik (Foto: BBC)
INGGRIS - Perilaku remaja Jepang di dalam kelas dinilai sebagai yang terbaik. Ini merupakan laporan dari forum ekonomi internasional, Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD). OECD merupakan organisasi internasional beranggotakan tiga puluh delapan negara yang menerima prinsip demokrasi dan ekonomi pasar bebas (Wikipedia, red).

Laporan OECD juga menunjukkan perilaku para pelajar di kelas semakin membaik dan tidak mengganggu para guru. Ini bila membandingkan data penelitian pada 2000 dengan 2009. Daftar perilaku baik ini didominasi oleh negara Asia. Analisis statistik perilaku yang dilakukan OECD ini membandingkan kinerja sistem pendidikan. Mereka mengukur berapa banyak waktu yang dihabiskan oleh para guru dalam menenangkan murid berusia 15 tahun selama pelajaran berlangsung.

“Antara 2000 dan 2009, disiplin di sekolah tidak memburuk dan pada kenyataannya, di sebagian besar negara kondisi ini membaik,” kata pihak OECD seperti dikutip dari situs BBC, Selasa (24/5/2011).

Namun studi ini menemukan, ada perbedaan perilaku siswa antara 38 negara dan sistem sekolah regional. Negara Asia dan kawasan regional menempati tujuh dari 10 tempat teratas. Tiga lainnya berasal dari kawasan timur Eropa. Sistem sekolah China yang berada di empat besar, yaitu Shanghai dan Hong Kong, mencerminkan potensi China sebagai negara adidaya dalam pendidikan.

Persentase siswa yang melaporkan guru mereka tidak memerlukan waktu lama untuk menenangkan mereka, meningkat dari 67 persen pada 2000 menjadi 73 persen pada 2009. Peningkatan hingga lebih dari persen terjadi untuk siswa di Jerman, Israel, Italia, Swedia negara rekanan OECD, Indonesia dan Hong Kong.

Sementara itu, dalam studi perilaku OECD, Inggris berada di posisi 28, dengan skor di atas rata-rata (nilai rata-rata OECD 72 persen). Inggris mendapatkan nilai 74 persen, berada di bawah AS (79 persen) dan Jerman (78 persen), namun di atas Perancis (64 persen) dan Italia (70 persen). Jepang yang ada di posisi pertama mendapat nilai 93 persen.

Daftar pendidikan internasional ini juga tidak biasa lantaran menempatkan negara Skandinavia di posisi terbawah. Finlandia, yang biasanya di bagian atas peringkat sekolah global, berada di tiga terbawah, bersama dengan Argentina dan Yunani yang diidentifikasi memiliki gangguan kelas lebih. Kesimpulannya, studi ini menyatakan tidak ada bukti untuk mendukung gagasan bahwa disiplin di sekolah merupakan suatu masalah.

Daftar 10 negara dengan perilaku siswa yang baik:
1.  Jepang
2.  Kazakhstan
3.  Shanghai
4.  Hong Kong
5.  Rumania
6.  Korea Selatan
7.  Azerbaijan
8.  Thailand
9.  Albania
10. Rusia
(rfa)

Senin, 02 Mei 2011

Mengembalikan Pendidikan Sesuai Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Penulis : Eko Ari Prabowo —-Guru SMA Negeri 2 Merauke Papua—-

KETIKA Ki Hajar Dewantara mendirikan perguruan Taman Siswa tanggal 3 Juli 1922, konsep mendidik yang merupakan cikal bakal pendidikan di Indonesia telah ditanamkan kepada para siswanya. Mendidik menurut Ki Hajar Dewantara, berarti menuntun tumbuhnya budi pekerti dalam hidup anak didik kita, supaya mereka kelak menjadi manusia yang berpribadi, yang beradab dan susila. Selain itu, menurut bapak pendidikan nasional ini juga mengajarkan bahwa adab atau keluhuran budi manusia itu menunjukkan sifat batinnya manusia, sedang kesusilaan atau kehalusan itu menunjukkan sifat hidup lahirnya manusia yang serba halus dan indah.
Konsep pendidikan yang begitu sarat makna tersebut, menjadi pegangan awal tumbuhnya lembaga-lembaga pendidikan di awal-awal perjuangan kemerdekaan Indonesia. Seiring dengan perkembangan zaman, konsep pendidikan yang diajarkan Ki Hajar Dewantara mengalami degradasi. Konsep tersebut hanya tinggal konsep yang manis diucapkan. Konsep yang sering menjadi penghias sambutan-sambutan pada peringatan hari pendidikan nasional setiap tahun.
Setelah kurang lebih 88 tahun konsep itu ditanamkan, citra pendidikan di Indonesia semakin tidak jelas arahnya. Semakin banyak kaum yang dianggap terpelajar dan berpendidikan telah bercitra seperti orang yang tidak mengenal pendidikan. Semakin maraknya perkelahian pelajar, tindakan kriminal yang dilakukan pelajar, serta tindakan-tindakan asusila lainnya, mencerminkan gagalnya dunia pendidikan dalam mencetak generasi yang beradab. Sekolah tidak berhasil melaksanakan konsep mendidiknya.
Oleh karena itu, hari pendidikan nasional tahun 2011 ini, sebaiknya kita intropeksi diri. Apakah kita telah berhasil atau gagal dalam mencetak generasi yang beradab. Marilah kita kembali ke konsep awal Ki Hajar Dewantara dalam mendidik para siswanya. Tidak usahlah kita terlalu mengejar kemampuan intelektual sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan. Jangalah kita jadikan nilai ujian sebagai barometer keberhasilan kita. Bangunlah kompetensi kepribadian anak didik menjadi generasi yang betul-betul Indonesia yang mengerti adat kesopanan bangsanya.
***

MAX HAVELAR DAN KEGALATAN PEMIKIRAN BANGSA

       Penulis : Ari Kristianawati, S.Pd. —Guru SMAN 1 Sragen—                     
NOVEL yang berkisah tentang penderitaan kaum bumiputera di Lebak (Banten) oleh praktek sistem tanam paksa abad 18 Max Havelaar dijadikan bahan studi akademik di PT di Belgia. Max Havelaar dianggap buku yang memberikan pemaknaaan mendalam tentang prinsip dan hakikat semangat menghormati keberagaman (multikultural). Max Havelaar yang ditulis oleh Eduard Douwes Dekker tahun 1859 dengan nama samaran Multatuli dianggap sebagai representasi akademik yang bisa memotret realitas kolonialisme.



Dijadikannya Max Havelaar menjadi bahan studi akademik di negara yang kualitas pendidikannya lebih maju dibanding Indonesia adalah sebuah kenyataan yang “tragis”. Karena tidak banyak siswa, akademisi, guru, pelaku dunia pendidikan yang mengenal substansi Novel tersebut.
Bahkan Max Havelaar lebih banyak dikenal sebagai judul buku karya pejabat kolonial yang peduli terhadap nasib kaum petani di Hindia Belanda.
Max Havelaar tidak pula dikenal sebagai karya sastra yang memiliki efek pengaruh besar dalam daya apresiasi masyarakat. Max Havelaar yang mendunia dianggap tidak lebih penting dan bernas dibanding berderet-deret judul karya sastra yang dimitoskan sebagai pelopor perkembangan sastra di Indonesia, semacam Layar terkembang, salah asuhan, dsb.
Sebagai bangsa memang patutnya menjadi sebuah keprihatinan tersendiri apabila Max Havelaar diambil oleh bangsa lain, untuk dipelajari. Karena Max Havelaar meski yang menulis orang kolonial namun “ruh”-nya bercerita dan bersetting di Lebak (Banten). Menunjukkan realitas sosiologis, psikologis, kondisi ekonomi-politik masyarakat petani yang dimiskinkan oleh sistem tanam paksa diabad 18.
Alangkah menyedihkan nantinya apabila Max Havelaar lebih dipahami oleh bangsa lain dibanding bangsa yang nenek moyangnya dikisahkan dalam Max Havelaar. Hal tersebut seperti kisah dalam pepatah “raja buta yang merasa bisa melihat dan menasihati kebutaaannya terhadap hambanya yang bisa melihat.”
Jauh sebelum Max Havelaar dijadikan studi akademik di PT di Belgia, Tetralogi Pulau Buru, Pramoedya Ananta Toer dan karya-karya besar Pramoedya yang lain diera 80an dan 90an dijadikan bahan kajian ilmiah dibidang sastra-budaya, humaniora, sejarah dibeberapa Universitas elite di AS, Inggris, Australia, Jepang, dsb.
Tetralogi Pulau Buru dianggap sebagai dokumen akademik untuk membingkai fakta sejarah tentang kolonialisme di Hindia Belanda dan beraneka roman pergerakan yang hadir dalam atmosfer penindasannya. Sementara Karya Pramoedya AT yang lain seperti Kronik Revolusi, Arus Balik, Panggil aku kartini saja, dsb dijadikan acuan studi kesejarahan yang valid dan akuntabel.
Tidak mengherankan banyak akademisi/ilmuwan lintas disiplin ilmu di universitas-universitas di Luar negeri yang berhasil meraih gelar master/doktor karena menjadikan karya Pramoedya sebagai objek riset. Ironisnya diera 80-an sampai kini karya Pramoedya dianggap “tabu” dan “terlarang” karena dianggap dekat dengan paradigma pemikiran kiri yang anti ideologi penguasa. Justru produk karya ilmiah, karya sastra yang direstui status quo untuk dijadikan naskah ajar, kualitas dan mutunya tidak diakui dikancah diskursus keilmuan di level internasional.
Max Havelaar dan juga karya magnum Opus Pramoedya Ananta Toer yang dimarjinalisasi di negeri ini dan sebaliknya di-”akui” kualitasnyadi dalam diskursus akademik di berbagai PT (Universitas) papan atas dunia merupakan ekspresi kegalatan berfikir bangsa ini, khususnya para penguasa dan pemangku kebijakan pendidikan nasional.
Ada beberapa hal yang menjadi bukti kegalatan berfikir, yang terkait dengan Max Havelaar;
Pertama, orientasi pendidikan nasional saat ini bercorak western Oriented. Pendidikan dioptimalisasi dan diskenario untuk melayani ambisi mengejar ketertinggalan mutu/kualitas dengan negara maju. implikasinya materi, muatan kurikulum, pola pembelajaran menjiplak mentah-mentah “model” pendidikan di negara maju. bahkan materi keilmuan yang bersifat domestik dan kaya wacana diabaikan dan dianggap tidak penting.
Kedua, keinginan menjadi pengekor (epigonistik) pendidikan di negara maju yang abai terhadap prinsip mengedepankan nilai kearifan lokal dalam pendidikan nasional, membuat pemangku kebijakan lupa tentang fakta bahan akademik (studi) yang dilahirkan—-direproduksi—- pemikir/penulis besar bangsa ini.
Ketiga, Max Havelaar adalah karya hebat yang menjadi referensi acuan pelajaran sastra, sejarah, sosiologi-antropologi namun tidak pernah dijadikan bahan pokok pelajaran dijenjang sekolah dasar dan materi kuliah utama di PT di Indonesia.
Hal yang aneh Max Havelaar dan Tetralogi Pramoedya dijadikan bahan studi diPT/sekolah dinegara maju justru di negeri sendiri mengalami politik pengalpaan. Sebuah pertanyaan; mau dibawa kemana masa depan pendidikan di negeri ini, jika bangsa ini melupakan data kritis-objektif tentang masa lalu bangsanya?

Senin, 11 April 2011

Kita Butuh Air Sehat

Oleh : Mukhlis
Air sehat dibutuhkan oleh tubuh kita. Untuk dikonsumsi sebagai air minum, untuk keperluan mandi, mencuci makanan, mencuci pakaian dan untuk keperluan lainnya. Lantas apakah ada air yang tidak sehat? Seperti apakah air sehat itu? Pertanyaan seperti itulah yang perlu kita tanyakan sehingga kita menjadi tahu dan dapat memilih air yang sehat untuk keperluan hidup kita sehari-hari.

Pengetahuan tentang air sehat sangat kita perlukan. Lebih-lebih dewasa ini banyak sekali air kemasan berbagai merek banyak ditawarkan. Sebagai konsumen tentu kita tidak ingin apa yang kita bayar dengan harga mahal tentang produk air ternyata tidak sehat. Oleh karena itu kita yang sudah belajar di bangku sekolah jangan sampai termakan berbagai macam promosi dan iklan yang "menyesatkan". Kita sudah mengerti dari bapak guru kita sewaktu di sekolah bahwa yang namanya air itu H2O. Artinya air yang murni hanya terdiri dari unsur Hidrogen dan Oksigen dengan komposisi yang sudah terukur dalam ikatan kimia H2O. Jika dalam air tersebut terlarut unsur-unsur lain berarti air tersebut tidak murni lagi.

Perlukah kita minum air yang mengandung berbagai macam mineral?

Jawabnya ada dua macam. Yang pertama: Perlu, jika tubuh kita memang benar-benar membutuhkan akan mineral atau unsur-unsur yang memang diperlukan saat itu. seperti unsur gula (glukose) yang sangat diperlukan untuk menambah energi bagi pekerja berat. Unsur zinc bagi tubuh yang kekurangan zinc dll.
Jawaban kedua: Tidak perlu. Ini bagi seseorang yang sudah memperoleh suplai unsur-unsur yang diperlukan tubuh dari berbagai makanan. Ingat kita setiap hari sudah makan nasi, sayur, buah, susu, telor, daging, ikan laut, dll. Dalam berbagai jenis makanan yang kita konsumsi sehari hari sudah mengandung unsur-unsur penting yang dibutuhkan tubuh. Jika ditambah dengan minum air bermineral maka unsur mineral tersebut akan menambah jumlah mineral yang bisa jadi akan menjadi beban bagi organ tubuh tertentu dalam menyerapnya.


Apa Pendapat Para Ahli tentang mineral-mineral yang larut dalam air?






Pendapat Para Ahli & Organisasi Dunia : Paul Bragg, Ph.D, penulis buku "Water, The Shocking Truth." "Tubuh kita memerlukan 19 mineral organik yang didapatkan dari hewan dan tumbuhan. Sedangkan mineral anorganik (yang berasal dari air tanah) tidak dapat dimanfaatkan tubuh dan hanya membahayakan kesehatan." ۞ Dr. Charles Mayo, pendiri Mayo Clinic, rumah sakit teratas di USA. "Mineral mineral anorganik dalam air minum adalah penyebab banyak penyakit manusia." ۞ Dr. Allen E. Banik, penulis buku "Your Water And Your Health." "Ginjal tidak dapat bekerja bila sistim penyaringannya tersumbat oleh mineral anorganik." ۞ Departemen Pertanian dan Makanan Pemerintah Kanada. "Mineral organik jauh lebih mudah diserap melalui usus dan lebih aktif dalam tubuh daripada mineral anorganik." ۞ Stephen Kay, International Bottled Wat Terus terang, kadar mineral dalam air minum tidak memberikan efek baik yang berarti bagi tubuh." ۞ Badan PBB UNESCO. "Sekitar 2,3 milyar orang menderita berbagai penyakit yang disebabkan oleh air yang tidak bersih." ۞ Badan PBB World Health Organization (WHO). "Sayur dan buah-buahan adalah sumber utama mineral bagi tubuh kita." (bukan dengan cara minum air mineral) ۞


Kenapa air murni terasa pahit atau rasanya tidak nyaman dikonsumsi?






Air murni TDS-nya sangat rendah, TDS (Total Dissolved Solid) yaitu kandungan padatan yang terlarut di dalam air. Air murni umumnya memiliki TDS kurang dari 10 ppm (mg padatan per liter air), sedangkan air murni mempunyai TDS 0 ppm, atau air yang mendekati murni  dengan TDS maximum 2 ppm. TDS akan memberi rasa pada lidah kita, jika padatan yang terlarut partikel garam (NaCl) maka air akan terasa asin. Ketika jumlah padatan yang terlarut sedikit maka air akan berasa tawar.
Lidah adalah indra perasa sedangkan rasa manis, asin, pahit, dsb adalah persepsi syaraf otak manusia. Itulah sebabnya orang yang tidak sehat akan berpersepsi bahwa semua makanan yang dimakannya terasa pahit. Ketika air murni berasa tawar, lidah dan persepsi kita akan merasakan berbeda, beberapa orang merasakan pahit (umumnya sedang tidak fit/sehat). Ketika sudah terbiasa dengan air murni lidah dan persepsi kita akan merasakan rasa tawar, bahkan karena air murni memiliki kandungan oxygen terlarut yang besar maka air murni akan terasa segar.




Benarkah banyak minum air putih akan menyebabkan lansia kekurangan ion natrium? Perlukah kita takut kekurangan ion natrium karena banyak minum air putih?






Ion natrium dalam tubuh kita seringkali diperoleh dari makanan yang mengandung garam (NaCl), dan kita selalu tidak merasa nyaman tatkala makan makanan yang tidak berasa asam-garam. Natrium adalah ion yang sangat mudah larut dalam air oleh sebab itu mono sodium urat (penyebab penyakit asam urat) mudah dibuang oleh tubuh tatkala kita mengkonsumsi air yang berdaya larut tinggi (air murni dengan TDS kurang  dari10 ppm). Meskipun mudah larut ion Natrium juga mudah bereaksi dengan bahan apapun karena itu keberadaannya dalam tubuh kita lebih lama. Air putih banyak berperan penting bagi kelangsungan proses metabolisme yang baik dan sempurna dalam sel tubuh kita. Oleh karena itu terapi air putih telah terbukti banyak menyembuhkan berbagi macam penyakit. Melihat kenyataan ini banyak minum air putih tetap lebih banyak manfaatnya dibanding kekurangan. Sedangkan kekhawatiran kekurangan ion Natrium dapat dengan mudah kita atasi dari makanan yang pasti kita selalu makan makan bergaram kenapa? Garam adalah salah satu bahan dapur yang dapat dikatakan sebagai bahan pokok. Kita tidak mau makan tanpa garam kan?

Minggu, 10 April 2011

Cerita Rakyat Pekalongan

Asal usule Kutha Pekalongan
Diceritakan kembali oleh : Mukhlis

Jeneng Pekalongan asal-asale saka crita bocah nom-noman kang asma Joko Bahu. Piyambake putranipun Ki Ageng Cempaluk ingkang manggon ana ing Kesesi. Ki Ageng Cempaluk dewe, iku salah sijining punggawa kraton Mataram kang dipun buang amarga gadah kesalahan ingkang awrat. Mula deweke dibuang ana ing panggonan ingkang kasebut daerah"kasisian" yaiku panggonan kang pancen kanggo wong kang dipun sisihake pinangka ganjaran saking ana sebab kesalahan. Panggonan kasisihan mau saiki diarani dusun Kesesi.

Kasekten Ki Ageng Cempaluk sampun kondang ana tlatah Mataram. Mula rikala Joko Bahu, ya putranipun Ki Ageng Cempaluk ndaptar dadi prajurit Mataram ditampa kanti apik. Nanging wis dadi sarat saben prajurit anyaran mesti kudhu diuji utawa nglampahi pendadaran.

Ana telung tahapan anggone Joko Bahu nglampahi pendadaran. Sapisan Joko Bahu dipun pasrahi tugas supaya mbendung kali Sambong ana ing Mbatang. Wektu semono Sultan Agung Hanyokro Kusuma, ya Raja mataram, lagi gawe bendungan ana ing kali Sambong amrih supaya banyu bisa munggah kanggo mbanyoni sawah penduduk. Nanging gaweyan mau wurung terus. Jarene masyarakat kono, ing kali Sambong ana dedhemit sing nunggu. Dhemit mau ora ngrestuni yen kaline digawe bendungan. Mula saben esuk dibendung, mengko sorene bendungan mau ambrol.

Entuk tugas ngrampungake bendungan, Joko Bahu banjur topo broto nyuwun kekuatan dateng Gusti ingkang Maha Kuasa supaya bisa ngalahake kekuatan dhemit sing nganggu anggone mbangun bendungan. Sak jrone nglampahi tapa brata mau Joko Bahu ketemu karo dhemit welut putih sing nunggu kali Sambong. Sak nalika Joko Bahu njaluk kanthi apik-apik supaya aja ngrusak bendungan sing lagi dikerjakke. Nanging dhemit welut putih ora gelem. deweke rumangsa nduweni kali Sambong. Kepeksa Joko Bahu terus banjur perang tandhing karo dhemit welut putih. Rumangsa ora bisanandingi kasekten Joko Bahu, welut putih banjur nyerah kalah lan tunduk karo Joko Bahu. Welut putih banjur janji yen ora bakal ngganggu maneh gaweyan mbendung kali Sambong.

Tugas pendadaran kapisan kasil kanthi sae. Mbangun bendungan ana kali Sambong bisa rampung lan bisa dirasaake masyarakat manfaate bendungan mau. Joko Bahu banjur dipasrahi tugas kang nomer loro. Tugas iki arupa mbukak alas Gambiran. Alas Gambiran yaiku alas kang ana ing pesisir lor pinggir segoro. Wektu semono alas gambiran dipun wedeni amergo terkenal angker. Ora ana wong kang wani liwat alas ngkono, yen arep lelungan menyang wilayang kulon. Wong-wong luwih seneng milih dalan sisih kidul sing rada adoh nanging aman. Sebab yen liwat alas gambiran wong mau bakal muter-muter terus ana ing njero alas ora bisa metu.

Kanggo mbabat alas, Joko Bahu diparingi prajurit pengiring. Nanging akeh prajurit sing kesasarmuter-muter ora bisa bali. Akhire Joko Bahu wangsul ana padepokane ing Kesesi saperlu nyuwun pirsa dateng Ki Ageng Cempaluk babagan cara carane ngadepi siluman alas Gambiran.

Ki Ageng Cempaluk menehi ngerti yen siluman alas Gambiran bisa dikalahake yen Joko Bahu nglakoni tapa ngalong. Yaiku arupa lelampahan sipate kalong: turu gumantung, suku ana nduwur lan sirah ana sisih ngisor ing wayah awan lan tangi melek ana wayah mbengi. Anggone nglakoni salawase 40 dino.

Rampung anggone tapa ngalong genep 40 dina, Joko Bahu banjur mulai mbabat alas Gambiran dibantu karo para prajurit sing isih slamet. Alas gambiran kasil dipun babat, padang njingglang ngilar-ilar. Siluman alas Gambiran sing maune diwedeni saiki bisa dipindah sumingkir adoh ora ngganggu masyarakat sing liwat ana ing alas sing nembe dibuka Joko Bahu. Panggonan sing kanggo tapa ngalong mau diarani Pekalongan. Suwe-suwe ana ing daerah mau dipanggone omah. Krana wis aman, saya suwe saya akeh omah-omah dibangun penduduk. Akhire saya rame, banjur dadi kutho Pekalongan.

GEMPA BUMI

                                                        Karya: Mohammad Haidar Ali

Bumiku bergoncang
Goncang, goncang, goncang
Tolong, tolong! suaranya bersahutan
Semua keluar, lari, tak tentu arah
Kemana mereka mau berlindung

Ya Allah, apakah Engkau marah?
Tidak, aku tahu Engkau pengasih dan penyayang
Hanya kepada-Mu aku pasrah menyerah

______________________



Dibuat spontan oleh Haidar dalam rangka tugas Bahasa Indonesia SD Purwoharjo 07 Comal kelas III

Jumat, 01 April 2011

Memotivasi Diri itu Perlu

Quote Hari Ini

Allah tidak pernah tidur. Dia senantiasa memantau bahkan setiap detak jantung dan lintasan hati. Maka ketika kita berharap akan sebuah pertolongan, suarakan permohonan itu berulang-ulang tanpa bosan.
 Setiap manusia mempunyai keterbatasan. Kadang-kadang kemauan manusia terus melambung, terus..., terus tak berujung. namun sadarilah bahwa kemampuan kita terbatas. Ingat pada kekuatan yang lebih super dari kita (baca: manusia) yakni Allah yang menguasai kita, dapat sedikit meredam gejolak hati dan pikiran kita tentang hal-hal yang belum bisa kita raih. Bersabar itu kata yang tepat untuk kita perhatikan dan kita ikuti.