Tampilkan postingan dengan label Ibrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibrah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Agustus 2020

Hukuman Menumbuhkan Harapan

Selandia Baru bergetar, gempar. Ada penembakan brutal dalam kegiatan shalat jumat yang dilakukan oleh masyarakat muslim di daerah Crishcurch. Sebelumnya kehidupan masyarakat aman damai dan berjalan dengan harmonis. semua bekerja dalam kesibukan masing-masing. Tetapi siang itu di hari jumat awal tahun 2019 terjadi insiden yang menohok kedamaian New Zeland. Sontak simpati dunia tertuju pada negara itu.

Perdana Menteri pun bersimpati dengan mengenakan kerudung layaknya muslimah menyampaikan pidato simpatinya. Orang-orang non muslimpun bersatu menjaga saudaranya muslim yang melaksanakan shalat jumat pada minggu berikutnya. Dunia mengutuk pelaku teroris tersebut dan sekaligus bersimpati kepada korban.

Hari ini, 29 Agustus 2020, pengadilan yang menangani kasus crisis kemanusiaan itu menjatuhkan hukuman seumur hidup bagi pelakunya. Hukuman seumur hidup itu ditegaskan dengan tidak ada pemberian keringanan apapun. Artinya ganjaran tersebut sangat berat bagi pelaku teroris anti kemanusiaan yang diberikan oleh pengadilan New Zeland.

Keputusan itu ternyata direspon oleh masyarakat dengan suka cita. Masyarakat seolah merasa lega bahwa kehidupan selanjutnya akan aman dari orang-orang yang mempunyai jiwa anti kemanusiaan. Itulah efek dari hukum; memberi kedamaian, melindungi, dan menjaga harapan masyarakat. Bagaimana di negeri kita?

Minggu, 09 September 2012

Morotai

Morotai, sebuah Essay kritik dari Jendelasastra

Dulu, ia adalah pintu berarti untuk negeri ini. Orang-orang Jepang dan Amerika berlalu lalang di sini. di Morotai. Ya, Morotai sebuah nama yang menjadi rebutan antara Jepang dan Amerika. Begitu berarti saat itu. Antara kata menang dan kalah, Morotai seolah menjadi kunci pembuka teka-teki.

Kini, setelah teka-teki itu terajawab dengan sempurna, Morotai ditinggalkan. Apakah dilupakan? Tidak! Sebab tahun 1956, Presiden Sukarno dan Wakilnya Moh. Hatta berkunjung dan mengajak untuk membesarkan negeri ini. Setelah Jakarta tumbuh besar, berikutnya Morotai. Begitu kata-kata yang terucap dari pendiri negeri ini. Dan Morotai setia menunggu janji indah itu terpenuhi.

Aku tidak tahu apakah Jakarta saat ini sudah besar atau belum. Aku kurang mengerti apakah janji itu masih tetap berbunyi sebagai nyanyian indah penghibur hati ataukah sudah hilang terbuang melayang terbawa angin reformasi. Yang pasti Morotai tetap pintu yang berarti bagi negeri ini.

Janji itu sempat aku ceritakan kepada Nakamura, tentara Jepang yang tidak mengenal kata menyerah. Nakamura penghuni Morotai sendiri tidak peduli karena bukan pemilik negeri. Baginya yang penting ia telah hidup menyatu di bumi Morotai untuk melawan mati. Tentara sekutu tidak tahu kalau dirinya bersembunyi; di Morotai. Nakamura kini telah pergi, pulang ke Jepang dan lima tahun kemudian ia mati. Morotai masih sama, setia menunggu janji pendiri negeri ini untuk ditepati."Jakarta dulu, baru sini."

Kawan, sesama pemilik negeri ini, tolong kabarkan kepada kami yang di sini. Apakah Jakarta sudah menjadi besar? Tolong ceritakan kepada kami keadaan pembangunan di Jakarta. Mengapa giliran tempat kami begitu lama digarap, apakah pendiri negeri ini tidak sempat menyampaikan pesan untuk kami?

Morotai, pintu terdepan masuk negeri ini. Mc. Arthur mati-matian merebut Morotai, mengapa pemimpin negeri ini tidak melirik kami?

Minggu, 22 Januari 2012

KABAR DARI JEPANG

Osaka, Sunday, 22 January 2012 (Tempo)
Sepeda, yang dikenal dengan sebutan kereta angin, telah menjadi bagian dari denyut kehidupan Osaka. Di kota yang berada di Jepang bagian barat itu, sepeda menjadi alat transportasi utama warganya untuk pelbagai aktivitas, terutama menuju ke tempat kerja.


Seorang perempuan Osaka berpakaian trendi tak segan mengayuh seraya berangkat ke tempat kerjanya. Perempuan lain, yang dandanannya juga trendi, menaiki sepeda berdua pacarnya. Mereka tampak mesra.


Sementara itu, di sudut Jalan Americana di Distrik Shinsaibashi, yang dipenuhi bar dan diskotek, sepeda tampak berjejer di area parkirnya. Pemandangan itu kian mengukuhkan Osaka sebagai salah satu kota sepeda di dunia. Hal itu juga membuat udara Osaka senantiasa bersih, sehat, dan bebas polusi.


                        FOTO & TEKS: YULI SEPERI

Kamis, 10 November 2011

SAMSON sang perkasa ternyata seorang Nabi

Kisah Nabi Sam'un Ghozi AS (SAMSON)
http://berbagirhema.files.wordpress.com/2011/01/samson-cd2.gif 
Tentu kita sudah pernah mendengar cerita perihal Samson, Manusia terkuat di dunia. Bahkan cerita itu sudah melegenda. Ada film berjudul Samson and Delila produksi Holiwood, dan di Indonesia juga ada film berjudul Samson Betawi. Begitu terkenalnya kisah Samson ini menyebabkan saya tertarik untuk memuat kisah Samson fersi cerita Rasulullah yang baru saya temukan ini. Dengan pemuatan ini semoga bermanfaat untuk memperkaya dan melengkapi pengetahuan kita tentang kehebatan Samson yang telah kita kenal selama ini. Berikut ini ceritanya:

Seperti yang diketahui di dalam ajaran Islam, bahwa jumlah nabi menurut hadits yaitu 124 ribu orang, dan rasul berjumlah 312 orang, sesuai rukun iman ke-4 di dalam rukun iman diwajibkan untuk mengetahui 25 orang nabi dan rasul.

Dari Abi Zar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya tentang jumlah para nabi, "Jumlah para nabi itu adalah seratus dua puluh empat ribu (124.000) nabi." "Lalu berapa jumlah Rasul di antara mereka?" Beliau menjawab, "Tiga ratus dua belas (312)."
(Hadits riwayat At-Turmuzy)



Samson atau Simson, merupakan seorang nabi di dalam ajaran islam yang dikenal dengan nama Nabi Sam'un Ghozi AS. Kisah nabi ini, terdapat di dalam kitab-kitab, seperti kitab Muqasyafatul Qulub dan kitab Qishashul Anbiyaa.

Nabi Sam'un Ghozi AS memiliki kemukjizatan, yaitu dapat melunakkan besi, dan dapat merobohkan istana. Cerita Nabi Sam'un Ghozi AS adalah kisah Israiliyat yang diceritakan turun-temurun di jazirah Arab. Cerita ini melegenda jauh sebelum Rasulullah lahir.

Dari kitab Muqasyafatul Qulub karangan al Ghazali, diceritakan bahwa Rasulullah berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan. Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Sam'un Ghozi AS, beliau adalah Nabi dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi.

Dikisahkan Nabi Sam'un Ghozi AS berperang melawan bangsa yang menentang Ketuhanan Allah SWT. Ketangguhan dan keperkasaan Nabi Sam'un dipergunakan untuk menentang penguasa kaum kafirin saat itu, yakni raja Israil.

Akhirnya sang raja Israil mencari jalan untuk menundukkan Nabi Sam'un. Berbagai upaya pun dilakukan olehnya, sehingga akhirnya atas nasehat para penasehatnya diumumkanlah, barang siapa yang dapat menangkap Sam'un Ghozi, akan mendapat hadiah emas dan permata yang berlimpah.

Singkat cerita Nabi Sam'un Ghozi AS terpedaya oleh isterinya. Karena sayangnya dan cintanya kepada isterinya, nabi Sam'un berkata kepada isterinya, "Jika kau ingin mendapatkanku dalam keadaan tak berdaya, maka ikatlah aku dengan potongan rambutku."

Akhirnya Nabi Sam'um Ghozi AS diikat oleh istrinya saat ia tertidur, lalu dia dibawa ke hadapan sang raja. Beliau disiksa dengan dibutakan kedua matanya dan diikat serta dipertontonkan di istana raja.

Karena diperlakukan yang sedemikian hebatnya, Nabi Sam'un Ghozi AS berdoa kepada Allah SWT. Beliau berdoa dengan dimulai dengan bertaubat, kemudian memohon pertolongan atas kebesaran Allah.

Do'a Nabi Sam'un dikabulkan, dan istana raja bersama seluruh masyarakatnya hancur beserta isteri dan para kerabat yang mengkhianatinya. Kemudian nabi bersumpah kepada Allah SWT, akan menebus semua dosa-dosanya dengan berjuang menumpas semua kebathilan dan kekufuran yang lamanya 1000 bulan tanpa henti. Semua itu atas Hidayah dari Allah SWT.

Ketika Rasulullah selesai menceritakan cerita Nabi Sam'un Ghozi AS yang berjuang fisabilillah selama 1000 bulan, salah satu sahabat nabi berkata : "Ya Rasulullah, kami ingin juga beribadah seperti nabiyullah Sam'un Ghozi AS. Kemudian Rasulullah SAW, diam sejenak.

Kemudian Malaikat Jibril AS datang dan mewahyukan kepada beliau, bahwa pada bulan Ramadhan ada sebuah malam, yang mana malam itu lebih baik daripada 1000 bulan.


Pada kitab Qishashul Anbiyaa, dikisahkan, bahwa Rasullah Muhammad SAW tesenyum sendiri, lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya, "Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?"

Rasullah menjawab, "Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika dimana seluruh manusia dikumpulkan di mahsyar. Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, masuk ke dalam surga. Ada salah seorang nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Sam'un."


Demikian kisah Nabi Sam'un Ghozi AS atau yang lebih dikenal dengan Samson atau Simson. Semoga dari kisah ini, dapat kita petik sebuah pelajaran di dalamnya.

Wassalam.


Sumber : Wikipedia, kaskus.us